Cara Menikmati Onsen Terbaik di Jepang. Berendam di onsen atau pemandian air panas alami menjadi salah satu pengalaman paling autentik saat berkunjung ke Jepang. Di akhir 2025 ini, minat terhadap onsen semakin meningkat, terutama di kalangan wisatawan yang mencari relaksasi alami setelah pandemi. Air panas geothermal yang kaya mineral ini tidak hanya menyegarkan tubuh, tapi juga menawarkan manfaat kesehatan seperti melancarkan peredaran darah, meredakan nyeri otot, dan memperbaiki kondisi kulit. Onsen berbeda dari sento biasa karena sumber airnya langsung dari mata air panas alami dengan suhu minimal 25 derajat Celsius. Pengalaman ini semakin menyenangkan jika dilakukan dengan benar, mengikuti tradisi yang telah berlangsung berabad-abad. BERITA BOLA
Etika Dasar yang Wajib Diketahui: Cara Menikmati Onsen Terbaik di Jepang
Sebelum masuk ke air, etika onsen adalah hal utama yang harus dipahami agar pengalaman tetap nyaman bagi semua orang. Pertama, selalu cuci tubuh secara menyeluruh di area pencucian sebelum berendam – duduk di bangku kecil, gunakan sabun dan sampo, lalu bilas hingga bersih tanpa meninggalkan busa. Ini untuk menjaga kebersihan air bersama. Telanjang bulat adalah aturan standar, karena pakaian renang dianggap tidak higienis. Pisahkan area pria dan wanita, meski ada juga onsen campur dengan aturan khusus.
Bawa handuk kecil untuk menutup bagian sensitif saat berpindah, tapi jangan celupkan ke air – letakkan di pinggir bak atau lipat di atas kepala. Masuklah perlahan untuk menghindari cipratan, dan jangan celupkan kepala karena bisa mengotori air. Bicara pelan, hindari lari atau berenang, dan batasi waktu berendam 10-15 menit untuk pemula agar tidak pusing. Jika bertato, banyak onsen kini lebih fleksibel, terutama yang ramah wisatawan, tapi cek dulu atau gunakan penutup jika perlu.
Tips Praktis untuk Pemula: Cara Menikmati Onsen Terbaik di Jepang
Bagi yang pertama kali, pilih onsen yang mudah diakses seperti di ryokan atau fasilitas umum dengan petunjuk bahasa Inggris. Mulai dengan suhu sedang, sekitar 40-42 derajat Celsius, dan minum banyak air sebelum serta sesudah untuk menghindari dehidrasi. Berendam bergantian dengan istirahat di luar bak membantu tubuh beradaptasi. Coba rotenburo atau onsen outdoor untuk sensasi lebih segar, apalagi saat musim dingin dengan salju atau musim gugur dengan daun merah.
Manfaat maksimal dirasakan jika tidak langsung bilas tubuh setelah keluar, biarkan mineral meresap ke kulit. Setelah itu, nikmati ritual klasik seperti minum susu dingin atau bir segar. Hindari berendam saat mabuk atau terlalu kenyang. Untuk privasi, pilih kashikiri-buro atau bak pribadi yang bisa disewa per jam, cocok untuk keluarga atau pasangan.
Destinasi Onsen Populer yang Wajib Dicoba
Jepang punya ribuan onsen, tapi beberapa area ikonik layak jadi prioritas. Hakone dekat Tokyo menawarkan pemandangan Gunung Fuji dan beragam jenis air, ideal untuk trip singkat. Kusatsu di Gunma terkenal airnya yang asam tinggi, efektif untuk kulit dan relaksasi, dengan atraksi seperti yubatake atau sumber air panas utama. Beppu di Kyushu kaya variasi, dari “neraka” beruap hingga mandi pasir unik. Arima dekat Kobe punya dua jenis air emas dan perak yang langka, cocok untuk penyembuhan.
Kinosaki di Hyogo memungkinkan hop antar tujuh onsen umum sambil pakai yukata. Untuk yang lebih tenang, coba Yufuin atau Kurokawa dengan nuansa pedesaan. Setiap daerah punya karakter air berbeda, dari belerang hingga karbonat, yang memberikan manfaat spesifik seperti mempercantik kulit atau meredakan rematik.
Kesimpulan
Menikmati onsen adalah cara terbaik merasakan harmoni antara tubuh, alam, dan budaya Jepang. Dengan mengikuti etika sederhana dan tips praktis, pengalaman ini akan jadi momen relaksasi tak terlupakan yang menyegarkan jiwa raga. Di akhir 2025, saat wisata Jepang semakin ramai, onsen tetap jadi pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kota. Coba mulai dari yang terdekat, rasakan manfaatnya secara langsung, dan biarkan air panas alami itu membawa kedamaian sejati. Onsen bukan sekadar mandi, tapi ritual penyembuhan yang patut dicoba berulang kali.

